Hati-Hati Hemoroid Saat Perkembangan Janin 6 Bulan

Hati-Hati Hemoroid Saat Perkembangan Janin 6 Bulan

perkembangan janin 6 bulan

Seharusnya ibu sudah lebih bebas beraktivitas saat perkembangan janin 6 bulan. Bisa dikatakan janin pada usia tersebut sudah hampir sempurna. Detak jantungnya sudah bisa diketahui, secara fisik tubuhnya sudah terlihat, dan bahkan jenis kelaminnya sudah terlihat. Jadi, tidak salah kan jika dikatakan saat janin berusia 6 bulan itu dikatakan sudah sempurna?

Akan tetapi, Mom harus tahu ya pada saat itulah Mom akan mengalami hemoroid. Tentu saja tidak semua ibu hamil mengalami hal ini. Secara medis, wanita yang usia kehamilannya sudah hampir mencapai trimester ketiga rentan sekali mengalami hemoroid.

Sekilas Tentang Hemoroid

Apa sih hemoroid itu? Bagi Mom yang tidak familiar dengan istilah medis, entah itu karena background pendidikan tidak berasal dari medis, tentu istilah hemoroid ini sangat asing. Namun, Mom pasti tahu wasir, kan? Yaps, hemoroid ini istilah medisnya. Sementara itu, masyarakat umum menyebutnya dengan wasir.

Keluhan kesehatan ini memang paling sering dialami oleh wanita daripada pria. Apalagi bagi wanita karir yang kesehariannya duduk di depan komputer. Jelas mereka sangat rentan sekali mengalami wasir.

Namun, di satu sisi, wanita hamil pun berisiko mengalami keluhan kesehatan yang satu ini lho. Oleh sebab itu, Mom harus mewaspadai. Sebaiknya, Mom ketahui apa saja hal-hal yang menjadi penyebab wasir bagi ibu hamil. Yang pasti, hal ini secara tidak langsung ada hubungannya dengan perkembangan bayi 6 bulan di dalam kandungan.

Penyebab Wasir Saat Hamil

Ibu perlu banyak membaca tentang wasir. Yang pasti, wasir ini tidak hanya disebabkan oleh terlalu lama duduk saja. Ada faktor penyebab lainnya. Dan salah satunya adalah mengangkat beban terlalu berat. Inilah yang ditemukan oleh para peneliti kesehatan bawasannya terlalu sering mengangkat benda yang berat akan menyebabkan wasir.

Hal ini juga bisa dianalogikan ketika Mom sedang hamil. Saat hamil muda, mungkin ibu tidak terlalu merasa berat. Janin belum begitu berat dan perutpun belum membesar. Berat badan Mom secara keseluruhan belum meningkat secara signifikan.

Lain hal jika perkembangan janin berusia 6 bulan. Jika Mom konsultasi dengan dokter kandungan, Mom sudah bisa mengetahui berapa berat badan bayi yang ibu sedang kandung. Dan beratnya membuat ibu cukup lelah jika harus beraktivitas seperti biasa setiap hari. Hal inilah yang membuat Mom mengalami heromoid atau wasir.

Meskipun demikian, bukan tidak mungkin ibu hamil muda di mana bayi masih sangat kecil dan beban belum begitu berat seorang ibu hamil terhindar dari risiko terkena wasir. Seorang wanita hamil, berapapun usia kehamilannya rentan terkena wasir. Pasalnya, wasir yang dialami oleh ibu hamil tidak hanya disebabkan ketika perutnya semakin besar dan berat. Wasir saat hamil juga bersifat hormonal seperti halnya morning sickness. Yang dimaksud dengan hormonal di sini adalah sesuatu hal yang disebabkan oleh faktor hormon. Seperti yang sudah Mom ketahui, saat Mom hamil, produksi hormon mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Hormon ini memang dibutuhkan untuk tumbuh kembang janin di dalam kandungan. Sayangnya, di satu sisi, peningkatan jumlah hormon ini bisa juga menyebabkan hal lain seperti morning sickness (mual dan muntah) serta hemoroid atau wasir.

Meskipun hemoroid ini bersifat hormonal, bukan berarti Mom tidak bisa menghindarinya. Siapapun tidak ingin mengalami wasir karena hal tersebut akan membuat mereka tidak nyaman dalam beraktivitas setiap hari.

Mengantisipasi Hemoroid Saat Hamil

Mom harus catat yang satu ini. Risiko terkena hemoroid ini semakin tinggi ketika perkembangan janin mencapai 6 bulan. Akan tetapi, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, saat kehamilan muda, bukan berarti Mom tidak perlu mengkhawatirkan keluhan kesehatan yang satu ini. Langkah antisipasi terhadap keluhan kesehatan apapun yang bisa terjadi saat hamil, tak terkecuali hemoroid, harus dilakukan mulai awal kehamilan.

Bagaimana caranya? Yang pertama dan utama adalah mengkonsumsi air putih yang banyak. Hal ini tidak hanya akan membuat tubuh Mom sehat selalu tapi juga mengurangi pengaruh buruk yang ditimbulkan saat peningkatan produksi hormon.

Yang kedua adalah mengkonsumsi makanan yang mengandung serat. Buah-buahan harus Mom konsumsi setiap hari hari karena buah merupakan sumber serat. Sayuran hijau, biji-bijian, kacang, dan beras merah juga beberapa sumber serat yang baik untuk ibu hamil lainnya.

Hal ketiga yang harus diperhatikan adalah mengendalikan kenaikan berat badan. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, wasir disebabkan karena mengangkat beban yang terlalu berat. Sayangnya, mengurangi aktivitas fisik, apalagi yang berhubungan dengan angkat-mengangkat benda yang berat, tidaklah cukup. Mom juga perlu mengendalikan peningkatan berat badan. Jangan sampai berat badan ibu melebihi angka normal. Selain tidak baik untuk perkembangan janin di dalam kandungan, seorang ibu hamil yang beratnya di atas normal rentan sekali mengalami wasir.

Sekarang sudah jelas, bukan? Semoga saja Mom tidak merasakan hemoroid ini. Kalaupun ibu merasakan keluhan kesehatan seperti ini, setidaknya ibu sudah tahu apa yang harus ibu lakukan. Minum air putih yang banyak dan makan makanan yang mengandung serat.

Obat seharusnya menjadi opsi paling akhir. Mengkonsumsi obat bisa ibu lakukan ketika wasir yang ibu alami berlangsung dalam kurun waktu yang lama dan rasa sakit yang ibu rasakan begitu parah.

Sekarang, masuk akal bukan jika perkembangan janin 6 bulan ternyata ada hubungannya dengan wasir atau hemoroid?

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *