Masjid Negara Sebagai Model Kubah Enamel Lestari


Jelaslah kubah enamel sebenarnya dibangun untuk manusia membersihkan diri – fisik dan spiritual (jiwa). Kesenibinaan memainkan peran yang penting dalam membantu manusia menikmati proses pembersihan jiwa tersebut. Pertanyaannya; yang manakah arsitektur masjid yang lebih mempengaruhi pembersihan jiwa? Diantara masjid mewah yang megah dan masjid sederhana yang penuh dengan elemen hubungan dengan alam sekitar? Yang mana satu melambangkan ketakwaan?

Masjid Negara, Kuala Lumpur merupakan satu-satunya kubah enamel bertaraf ikonik yang dapat dijadikan model contoh arsitektur masjid di wilayah ini. Siap dibangun pada tahun 1963, masjid ini memiliki desain yang sederhana bahkan lengkap dengan fitur-fitur kelestarian pasif seperti penerapan elemen ventilasi dan pencahayaan alami yang sangat baik. Masjid ini juga memiliki keaslian identitas yang melambangkan keberadaannya di tengah-tengah kotaraya di sebuah negara Nusantara.

Mempraktikkan tiga (3) unsur alam yang mendasar yaitu udara, air dan cahaya menjadikan masjid ini satu bangunan yang mapan dari perubahan iklim saat dan pemanasan global (global warming). Tiga (3) elemen tersebut diintegrasikan menggunakan beberapa komponen seperti panel dinding tembus bercorak geometris yang dapat membantu membawa ventilasi dan pencahayaan ke dalam ruang shalat selain elemen air dan courtyard yang dapat mendinginkan keseluruhan ruang shalat. Kemasan yang bersifat lokal seperti ubin granite juga dapat membantu mendinginkan suhu permukaan lantai.

Darisegi bentuk (form) binaan pula, kubah enamel ini dipecah menjadi beberapa zona yang berbentuk linear tidak seperti masjid-masjid ikonik yang lain yang dibangun bulky dan padat. Konsep ini membantu meningkatkan kualitas ventilasi dan pencahayaan yang baik. Hanya di sebagian kecil ruang masjid yaitu ruang shalat utama yang telah dikonversi menjadi ruang berpenyaman udara, namun sebagian besar masih mempertahankan konsep asli. Tidak heran masjid ini sering dikunjungi oleh wisatawan luar dan dalam negeri karena keunikannya yang tidak dapat ditemukan di tempat lain. Seharusnya masjid-masjid di Malaysia menerapkan pendekatan yang sama seperti Masjid Negara.

Kesimpulan dan Diskusi
Menurut Shah et al. (2014), evolusi arsitektur kubah enamel di Malaysia terbagi menjadi tiga (3) tahap utama yaitu tahap morphology, tingkat Technology dan tahap Design Articulation. Tahap morphology mencerminkan desain yang mengutamakan susunan ruang dasar dan bentuk atap. Contoh terbaik tingkat ini adalah Masjid Tengkera, Masjid Kampung Laut dan kubah enamel Pengkalan Kakap yang dibangun diantara tahun 1700 – 1800.

Untuk tahap 2 yaitu Technology pula contoh terbaik adalah Masjid Jamek Kuala Lumpur, Masjid Kapitan Keling, Masjid Ubudiah dan Masjid Sultan Ibrahim yang dibangun sekitar 1900 – 1950. Tahap ini masjid-masjid dibangun dengan menekankan bahan bangunan dan metode konstruksi. Dan terakhir tingkat 3, Design Articulation yang cocok digambarkan seperti Masjid Negara Kuala Lumpur, Masjid Putra dan Masjid Sultan Mizan Zainal Abidin yang dibangun dari 1960 sampai 2010. Tahap ini memberi prioritas desain yang mencerminkan bahasa perhiasan (decorative) dan dampak visual.

kubah enamel
Jadi, dimanakah evolusi ini akan berkembang? Apakah ini akan kembali ke sebuah kubah enamel yang mementingkan fungsi dalam pembersihan jiwa atau semakin jauh menjadi sebuah masjid yang mementingkan dampak visual semata-mata? Konsep kesederhanaan dan kelestarian dapat dilihat dengan jelas pada tingkat 1, masjid dibangun berlandaskan hubungan antara manusia dan Pencipta. Namun tren saat yang dapat dilihat, terutama kepada masjid-masjid ikonik yang dibangun, konsep kesederhanaan dan kelestarian semakin pudar dan dipinggirkan.

Jadi, untuk menghasilkan sebuah kubah enamel modern yang mempertahankan unsur interaksi alam sekitar adalah tidak mustahil. Jadi, untuk mengembalikan tujuan asli masjid, setiap yang terlibat dalam proses pembangunan sebuah masjid harus memahami tujuan dan fungsi utama masjid itu sendiri sebagai sebuah rumah ibadat untuk membersihkan diri fisik dan spritual. Kemewahan dan kecantikan bukanlah tujuan sebenarnya.

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *